Sabtu, 02 Februari 2013

Kisah Jaya Prana Episode II ( Desa Alas Arum menjadi Desa KALIANGET )

KALAHNYA KALA TIGA

Hujan yang terjadi lebih kurang tujuh hari tujuh malam,meyebabkan  KALA TIGA dan pengikutnya lari mencari tempat yang lebih aman.akibat dari kesaktian keris KAYOHANA pusaka Dalem Ngurah Kaleran pemberian Dalem Gegel,meyadarai musuhnya sudah hilang dan menyerah maka diambil dan disaungkanlah keris pusaka KAYOHANA tersebut.
perlahan tapi pasti langit Desa Alas Arum mulai cerah, udara berhembus dengan segarnya,burung-burung mulai berkicau,anjing tidak melolong seperti membawa pesan kematian dan keangkeran,warga mulai berani keluar rumah dengan wajah sumringah tanpa rasa ketakutan tuk menyambut kemenangan terhadap KALA TIGA.
Dalem Ngurah Kaleranpun Dinobatkan sebagai Raja Desa Alas Arum
Oleh karenanya Dalem Ngurah Kaleran memerintahkan warganya untuk memulai membabat hutan dan menebang kayu untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan,dengan saling bahu- membahu warga pun mulai bekerja dengan penuh suka ria tanpa kenal lelah,yang ada hanya satu tekad bekerja untuk anak cucu dan generasi penerusnya,di lain pihak sebagian warga di perintahkan untuk membangun tempat- tempat suci  seperti Pura Manik Galih ( terkadang disebut Manik Galuh ), Pura Jaran Guyang ( Pasupati ), Pura Tugu Dan Candi.
Bila malam tiba warga sudah bisa bersenda gurau setelah seharian bekerja,Geguritan perlambang Gita Suci untuk memuji kebesaran Tuhan mulai terdengar untuk mengiringi malam hari ,para istri dan anak -anak sudah bisa tertidur lelap tanpa rasa takut.
besok paginya warga mulai bercocok tanam dengan menanam palawija dan padi.Hari demi hari bulan berganti bulan warga mulai bingung, karenanya hasil dari pertanian mereka tidak mengasilkan dengan baik dan maksimal,karena air tidak tersedia dengan baik walaupun ada air yang mengalir hawanya panas sangatlah tidak cocok untuk pertanian.Wargapun menghadap Kepada Rajanya dan berkata "Gusti tolonglah kami rakyatmu, hasil panen kami sangat tidak mungkin untuk bertahan hidup,karena air yang ada hawanya panas.
Sudilah kiranya Gusti Menggunakan kesaktian gusti."Rajapun bersabda wahai rakyatku maafkanlah Rajamu,tidak bisa mengabulkan permohonan kalian,marilah kita cari jalan yang lain.karena raja sudah bersabda demikan,wargapun pulang dengan rasa sedikit kecewa.
hari berganti hari hujan yang di harapkan masih terlalu jauh akan tibanya,sedangkan warga harus bisa bertahan hidup dengan berharap panen lebih baik,namun pada kenyataanya malah lebih buruk.
Warga berkumpul lagi,tuk mencari jalan keluar.Yang akhirnya di sepakati untuk menghadap kepada sang raja,maka berangkatlah warga menemui Rajanya dengan permohonanan yang sama,dan akhirnya Rajapun menolak lagi permohonan tersebut.Namun karena warga sudah tidak tahan lagi dengan kondisi yang semakin parah,maka warga kembali menghadap Rajanya"Rajapun bersabda wahai wargaku kerana engkau terus memohon dan akupun tidak punya jalan keluarnya maka kukabulkan permohonan wargaku semua,warga tersenyum dan megharapkan perubahan yang baik,maka di titahkanlah warga untuk membabat hutan yang di sebelah timur desa Alas arum,warga mulai bekerja,dengan alat yang seadanya warga membabat hutan,para binatang penguni hutanpun lari entah kemana,termasuk para pengikut KALA TIGA yang semakin dendam terhadap Dalem Ngurah Kaleran ( Raja Alas Arum ) setelah dirasa semua sudah cukup oleh raja,maka sekali lagi Dalem Ngurah Kaleran membuktikan kesaktian keris pusaka KAYOHANA,dan di tancapkanlah keris tersebut ketanah,di ikuti suara gemuruh,seakan bumi akan runtuh,sejurus kemudian air mengalir bagaikan air bah dengan mengikuti alur sungai yang telah di buat oleh warga sebelumnya.
Wargapun bersorak gembira,melihat warganya gembira rajapun tersenyum walaupun mungkin beliau sudah tahu akan akibat yang bakal menimpanya.sedangkan sungai yang di buat oleh raja di beri nama sungai MENDAUM atau KALIANGET.
Oleh sebab itu desa Alas Arum perlahan tapi pasti berubah menjadi Desa KALIANGET,semata untuk menghargai jasa-jasa Dalem Ngurah Kaleran dan Warga Alas Arum.
Alkisah warga sudah bisa merasakan dampak dari sungai MENDAUM,hidup makmur cukup sandang dan pangan,hasil panen mereka sudah bisa dijual di pasar, tepatnya di pasar BANJAR ( Peken BANJAR ).

Untuk Selanjutnya RUNTUHNYA KERAJAAN KALIANGET JAYAPRANA LAYON SARI TINGGAL LEGENDA BERSAMBUNG " OM SANTI SANTI SANTI OM "


Rabu, 30 Januari 2013

Kisah Jaya Prana

Desa Kalianget,Kecamatan Seririt,Kabubaten Buleleng begitu masyur lewat kisah Jayaprana-Layonsari.Meski banyak yang menyatakan drama percintaan ini cuma legenda biasa,namun kita sebagai masyarakat asli Desa Kalianget sangat mempercayai keberadaan tersebut,untuk itu saya akan blog lagi kisah tersebut semata mata untuk menumbuhkan lebih dalam lagi rasa cinta terhadap Desa Kalianget tempat dimana kita dilahirkan dan di besarkan.

Sampai kini bangunan-bangunan yang dianggap berkaitan dengan kisah masyur Jayaprana-Layonsari masih berdiri tegak.Misalnya Pura Jaran Guyang,Lesung Jayaprana,Pura Prabu dan masih banyak lagi yang belum kita tahu.
 Alkisah,Desa Kalianget yang dulu bernama Alas Arum adalah tempat kelahiran Jayaprana.Pada masa lampau,Desa yang kini terkenal dengan sederetan masalah sosial dsb,dikuasai oleh Kala Tiga yakni Kalamertyu,Kalanjaya,dan Kalantaka.Ketiganya paling senang bikin malapetaka yang sangat heboh lewat kesaktiannya. Bahkan saking saktinya,para Dedemit,Lelembut,Gamang dan Memedi yang kesemua mahluk halus takluk setengah mati pada tiga kala ini.
 Maka tersebutlah pada kala itu seoarang raja dari Puri Gelgel Klungkung menaruh perhatian khusus terhadap warga Alas Arum yang hidupnya tak pernah tenang gara-gara ulah Kala Tiga.Gara-gara Kala Tiga juga,desa yang rimbun dengan pohon kayunya itu kian seram dan angker.Dalem Gelgel lantas memerintahkan Dalem Dasar Agung untuk datang ke Alas Arum yang terletak di Den Bukit ( Buleleng ),Dalem Dasar Agung yang di iringi sekitar 200 prajurit dari Kaba-Kaba,selain di lengkapi ilmu kedigdayaan,juga senjata mematikan.Tujuan mereka tak lain Alas Arum.
 Di desa itu mereka membabat hutan dan mendirikan sejumlah bangunan suci,taman dan rumah tempat tinggal,serta membuat ladang tempat bertanam.Akibatnya,para dedemit,memedi,lelembut dan gamang para pendukung kala tiga yang berkuasa kala itu manjadi marah besar,karena pohon tempat tinggalnya di babat oleh prajurit Dalem Dasar Agung.
 Dengan kesaktian yang dimiliki,Kala Tiga mengamuk dan menyebarkan gerubug gede,sepnajang hari warga menguburkankan mayat tanpa putusnya,bila malam tiba,lolongan anjing meraung raung,disertai burung gagak,suara kodok,jangkrik dan suara cekikikan ketawa dari Kala Tiga,wargapun tidak berani keluar malam,namun besok paginya pasti ada yang meninggal.Dan pada akhirnya dua kesaktian yang berlawanan milik sekelompok manusia berhadapan dengan kesaktian mahluk halus.Sejumlah prajurit utusan Gelgelpun tak bisa menandingi dan tiap hari jumlah mereka semakin tipis dan hampir habis.Dalem Dasar Agung pun khawatir  dan sejumlah prajurit yang tersisa diutus menghadap Raja Dalem Gelgel di Puri Klungkung untuk minta bantuan.
 Maka berangkatlah utusan prajurit tersebut,alkisah sampailah utusan tersebut di Puri Gelgel Klungkung,di hadapan sang Raja utusan tersebut kejadian yang menimpanya dan jungjunanya.
 Permasalahan yang dihadapi Dalem Dasar Agung itu membuat Dalem Gelgel prihatin berat. Maka di perintahkanya Dalem Ngurah Kaleran untuk membantu Dalem Dasar Agung.Dalem Ngurah Kaleran yang di persenjatai keris pusaka Aji Kayohana dan diringi ratusan prajurit menelusiri hutan menuju desa Alas Arum di Denbukit.
 Ilmu kesaktian Dalem Ngurah Kaleran memang lebih tinggi ketimbang milik Dalem Dasar Agung.Karenanya, di tengah perjalanan,juga Dalem Ngurah Kaleran selalu mengucapkan bait-bait mantra yang mampu membangkitkan kesaktian.Di sebuah desa di wilayah culik,Karangasem,beliau sempat membuktiksn kesaktian ilmu dan keris pusaka miliknya,berhasil menundukkan lawanya.Wilayah desa itu hingga kini dikenal dengan sebutan Purwabaya atau Purbaya.
 Di desa Alas Arum,Dalem Ngurah Kaleran diselimuti rasa duka campur geram karena pendahulunya Dalam Dasar Agung telah wafat.Setelah itu Dalem Ngurah Kaleran dan prajuritnya membangun bangunan suci yang di berinama Pura Prabu.Di pura ini di gelar upacara ritual dengan sejumlah sesajen dengan sarana gada dupa atau berbagaimacam bunga yang serba wangi dan suci.
 Sejurus kemudian Keris pusaka Aji Kayohana pemberian Dalem Gelgel tertancap dan terendam air.Suara gemuruh menggelegar,kilatan petir pun menyambar sejumlah tempat di Desa Alas Arum.Hujan tercurah dengan le-batnya selama kurang lebih tujuh hari tujuh malam.
 Kala Tiga dengan para wong samarnya takmampu menandingi kesaktian Dalem Ngurah Kaleran .Kesaktian itu,terutama dipancarkan dari keris pusaka pemberian Dalem Gelgel.Kala Tiga beserta pengikutnya terbirit-birit pergi dan menyebar ke berbagai desa yang di anggap aman.

Aspuniki Dumun Benjang malih lanturang mhn masukanya,
Om Santi,Santi,Santi,Om 
 


Selasa, 29 Januari 2013

Dan yang membutuhkan info pendidikan silahkan mampir jangan sungkan




    Dan bagi pengajar untuk mencari info pendidikan silahkan mampir dan klik image diatas 



 

NOMOR INDUK SISWA NASIONAL

PAGI PARA SISWA YANG KEBINGUNGAN MENCARI NOMOR INDUK SISWA ATAU LUPA NOMORNYA SILAHKAN MAMPIR DAN KLIK IMAGE DI BAWAH
DAN BAGI YANG BELUM PUNYA DI SEDIAKN FORMULIR UNTUK PENDAFTARAAN SILAHKAN KLIK  


Senin, 28 Januari 2013

PULSA





KEMBALI KAMI UNTUK MENGAJAK BERGABUNG DI DEPOT JUALAN PULSA
YANG MANA SANGATLAH MENJAJIKAN TENTANG HASIL
DAN KEMUDAHAN KEMUDAHAN YANG DI DAPAT



UNTUK GABUNG PUN SEMUA SERBA GRATIS UNTUK GABUNG SILAHKAN SMS KE 08873476060 DENGAN FORMAT
KETIK :DAFTAR.NO HP.NAMA.ALAMAT.KOTA DAN KIRIM KE
NO HP DI ATAS.

DAN SETELAH DAPAT REPLEY SILAHKAN DISINI

Rabu, 23 Januari 2013

ANEKA APLIKASI GRATIS







BAIKLAH SAYA AKAN MENJELASKAN CARA KERJA DI BANER DI ATAS :
  1. KLIK BANNER DI ATAS
  2. KEMUDIAN DAFTARKAN DIRI ANDA
  3. CEK EMAIL ANDA
  4. LOGIN
  5. DAN DOWNLOAD APLIKASI YANG SANGAT BANYAK
  6. LIHAT PENJELASAN YANG ADA
MULAILAH KITA BEKERJA BERSAMA